Teriakan “Gw lulus!!” atau perasaan deg-degan, mungkin adalah perasaan yg dialami oleh adhek2 kita (yg lucu...) setelah menghadapi ujian nasional yg melelahkan. Berbagai macam cara mereka ekspresikan, dari mencoret-coret baju hingga potong rok atau justru berusaha bunuh diri karena malu tidak lulus. Yah…kata orang “begitulah anak-anak yg masih labil emosinya”.
16 May 2011
15 May 2011
Opium Economy
“Opium economy?? Seriusan nih, ada Negara yg menghalalkan opium jd salah satu sector ekonominya?” Jujur…ini adalah salah satu pertanyaan saya ketika akan berangkat ke Afghanistan April lalu. Persiapan yg selama ini saya siapkan hanyalah bagaimana menghadapi situasi konflik (ktk sampai, memang hampir semua penduduk yg mampu memiliki senjata api, remaja menenteng AK47 pun hal yg wajar).
Ngebay yuk!
Buat sebagian orang, terutama mahasiswa rantau di negeri orang, ngebay (ng + eBay) bisa jadi tempat mencari barang-barang murah, apalagi kalau negeri tempatnya belajar membebaskan bea masuk (hingga harga tertentu). Tapi hati-hati! Ngebay bisa mengubah arti kata "wants" menjadi "needs": barang yang diingini dijustifikasi seakan-akan kita butuh barang itu. Apalagi kalau sudah kenal fasilitas PayPal atau kartu kredit, waduh...
11 May 2011
Berharap dijajah Inggris
"Hah?? Ga salah tuh?" mungkin begitu reaksi pembaca waktu membaca judul blog kali ini. Tapi saya sering kali mendengar sentilan dan celoteh menyesalkan kenapa kita dulu dijajah Belanda (yang nota bene memberi lebih banyak kerugian daripada keuntungan). Mereka, pada umumnya, membandingkan dengan Malaysia dan Singapura (keduanya dulu, dan masih, jajahan Inggris) yang menurut timbangan ekonomi lebih maju daripada Indonesia.
Tapi bener ngga sih bekas negara jajahan satu negara tertentu berbeda pengaruhnya pada kondisi sekarang dibanding jika kita dijajah negara lain?
Mari kita mulai dengan sedikit pelajaran sejarah.
Mari memilih! Sebuah catatan singkat tentang political economy dan demokrasi.
Awalnya...
Belakangan berita-berita di media massa Indonesia dihebohkan dengan kelakuan anggota DPR yang melakukan "studi banding" di Australia. Heboh ngga cuma karena ngga tau alamat email Komisi mereka sendiri (yang belum tau bisa melirik ke playlist video ini yg diupload rekan-rekan PPIA Victoria http://www.youtube.com/user/ppiavic#grid/user/8ABED40E2D7A5635) tapi juga karena *katanya* tidak mampu menjawab substansi pertanyaan yang diajukan mahasiswa saat audiensi di KJRI Melbourne. Saya sendiri waktu itu diajak ke acara tersebut tapi tidak bisa hadir karena satu dan lain hal :p
Belakangan berita-berita di media massa Indonesia dihebohkan dengan kelakuan anggota DPR yang melakukan "studi banding" di Australia. Heboh ngga cuma karena ngga tau alamat email Komisi mereka sendiri (yang belum tau bisa melirik ke playlist video ini yg diupload rekan-rekan PPIA Victoria http://www.youtube.com/user/ppiavic#grid/user/8ABED40E2D7A5635) tapi juga karena *katanya* tidak mampu menjawab substansi pertanyaan yang diajukan mahasiswa saat audiensi di KJRI Melbourne. Saya sendiri waktu itu diajak ke acara tersebut tapi tidak bisa hadir karena satu dan lain hal :p
Ini videonya :D
Gejolak Harga Minyak dan Pilihan Kebijakan BBM Nasional
Ditulis oleh Komaidi. Penulis adalah Wakil Direktur Reforminer Institute. Artikel ini telah dipublikasikan dalam Media Indonesia, edisi Senin, 9 Mei 2011.
SAMPAI dengan awal kuartal kedua 2011 harga minyak di pasar internasional masih terus bergejolak. Berdasarkan data yang ada, rata-rata harga minyak jenis WTI dan brent sejak Januari-April 2011 masing -masing mencapai US$97,53 per barel dan US$109,53 per barel. Pada periode yang sama rata-rata Indonesia crude price (ICP) mencapai US$109,20 per barel, jauh melampaui asumsi ICP yang ditetapkan di dalam APBN 2011 yang ditetapkan sebesar US$80 per barel. Jika dibandingkan dengan realisasi harga minyak pada bulan yang sama tahun sebelumnya, harga minyak dunia dan ICP mengalami peningkatan sebagaimana disampaikan dalam tabel 1.
SAMPAI dengan awal kuartal kedua 2011 harga minyak di pasar internasional masih terus bergejolak. Berdasarkan data yang ada, rata-rata harga minyak jenis WTI dan brent sejak Januari-April 2011 masing -masing mencapai US$97,53 per barel dan US$109,53 per barel. Pada periode yang sama rata-rata Indonesia crude price (ICP) mencapai US$109,20 per barel, jauh melampaui asumsi ICP yang ditetapkan di dalam APBN 2011 yang ditetapkan sebesar US$80 per barel. Jika dibandingkan dengan realisasi harga minyak pada bulan yang sama tahun sebelumnya, harga minyak dunia dan ICP mengalami peningkatan sebagaimana disampaikan dalam tabel 1.
Subscribe to:
Posts (Atom)
